Karier & Keagenan • 12 menit baca • Ditinjau: 04 Juli 2026 • Pembaruan: 23 September 2026

Tips Sukses Prospekting Digital Tanpa Mengganggu Kenyamanan Calon Nasabah

Tinggalkan metode hard-selling dan spam pesan WhatsApp. Pelajari pendekatan consultative selling, personal branding, dan edukasi berbasis empati.

Tips Sukses Prospekting Digital Tanpa Mengganggu Kenyamanan Calon Nasabah

Transformasi Lanskap Prospekting Asuransi: Dari Metode Intrusif Menuju Pendekatan Bernilai

Dunia penjualan asuransi jiwa telah mengalami pergeseran tektonik dalam satu dekade terakhir. Praktik-praktik prospekting era lama—seperti menelepon nomor acak dari buku telepon (*cold calling*), membagikan brosur di pusat perbelanjaan, atau mendekati kawan lama dengan agenda tersembunyi yang langsung melancarkan *sales pitch* agresif—kini tidak hanya usang, tetapi juga kontraproduktif. Calon nasabah modern memiliki akses informasi yang nyaris tanpa batas, tingkat literasi digital yang kian matang, serta sensitivitas tinggi terhadap privasi ruang personal mereka. Ketika seorang agen asuransi memaksakan metode invasif, reaksi pertama calon nasabah bukanlah rasa ingin tahu, melainkan penolakan defensif dan rasa risih yang mendalam.

Di era digital, konsumen tidak lagi ingin "dijual", melainkan ingin "dibantu mengambil keputusan terbaik bagi keluarganya". Perubahan perilaku ini melahirkan paradigma baru: Inbound Prospecting dan Professional Social Selling. Agen asuransi modern tidak memposisikan dirinya sebagai pemburu polis (*policy hunter*), melainkan sebagai Trusted Financial Advisor atau konsultan manajemen risiko keluarga yang hadir memberikan solusi nyata sebelum transaksi terjadi. Melalui ekosistem digital terintegrasi di AgentPRU.com, proses pencarian nasabah bertransformasi dari aktivitas yang melelahkan menjadi magnet otomatis yang menarik audiens berkualitas tinggi secara elegan, etis, dan berkelanjutan.

Membangun Personal Branding Konsultan Keuangan di Ranah Digital

Fondasi utama dari prospekting digital yang sukses tanpa membuat orang risih adalah reputasi digital (digital presence) yang kredibel. Sebelum calon nasabah bersedia meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai kondisi finansial pribadi mereka yang sensitif, mereka akan melakukan penelusuran digital (*background check*) terhadap profil Anda. Apa yang mereka temukan di mesin pencari, profil LinkedIn, maupun akun Instagram Anda akan menentukan apakah pintu kepercayaan terbuka atau tertutup rapat.

1. Mengoptimalkan Profil LinkedIn sebagai Portofolio Profesional

LinkedIn adalah platform jejaring profesional dengan tingkat konversi tertinggi untuk produk asuransi kelas menengah ke atas (*affluent segment*). Di sini, audiens mencari profesional yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi. Langkah-langkah optimalisasi meliputi:

  • Headline yang Berorientasi Solusi: Hindari headline klise seperti "Agen Asuransi Berprestasi". Gunakan headline yang berfokus pada nilai yang Anda bawa bagi klien, misalnya: "Certified Financial Consultant | Membantu Profesional & Pemilik Bisnis Melindungi Kekayaan Keluarga dan Mempersiapkan Dana Warisan Bebas Pajak".
  • Ringkasan Profil (About Section) Berbasis Narasi Empatis: Ceritakan latar belakang Anda, alasan Anda mendedikasikan karier di industri proteksi, serta komitmen Anda terhadap kepatuhan regulasi dan standar etika Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Verifikasi Kredensial dan Sertifikasi: Cantumkan secara transparan lisensi resmi Anda dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), serta gelar profesi perencana keuangan seperti RFP® (*Registered Financial Planner*) atau CFP® (*Certified Financial Planner*) jika Anda memilikinya.

2. Mengemas Konten Edukatif di Instagram Tanpa Menjual Ketakutan (Fearmongering)

Banyak agen asuransi melakukan kesalahan fatal dengan mengunggah gambar-gambar pasien kritis di ranjang rumah sakit dengan keterangan yang menakut-nakuti audiens (*fear-based marketing*). Pendekatan ini justru menimbulkan antipati dan kesan tidak etis. Sebaliknya, personal branding di Instagram harus dibangun di atas pilar Value-Driven Content:

  1. Studi Kasus Perencanaan Finansial Anonim: Uraikan bagaimana sebuah keluarga muda berhasil mengatur arus kas darurat ketika salah satu pencari nafkah mengalami sakit kritis, tanpa menguras aset properti mereka.
  2. Dekonstruksi Mitos dan Klausul Polis: Jelaskan istilah-istilah rumit seperti *deductible*, *incontestable period*, atau *coordination of benefits* dengan bahasa manusiawi yang mudah dipahami orang awam.
  3. Keseharian Profesional Berintegritas: Tampilkan kegiatan pendampingan klaim nasabah, proses belajar di akademi keagenan, serta kepatuhan pada prinsip *Utmost Good Faith* (itikad paling baik).

Strategi Social Selling: Formula 80/20 dan Edukasi Berbasis Nilai

Prinsip dasar *social selling* adalah membangun hubungan relasional jangka panjang sebelum masuk ke ranah transaksional. Agen profesional menerapkan Aturan 80/20 dalam Produksi Konten: 80% konten didedikasikan untuk memberikan edukasi finansial murni, wawasan gaya hidup sehat, dan tips perencanaan anggaran tanpa menyebutkan produk asuransi; sedangkan 20% sisanya adalah ajakan bertindak (*Call to Action*) yang halus untuk berkonsultasi secara privat.

"Jika Anda mengedukasi pasar dengan tulus tanpa motif tersembunyi, Anda tidak perlu mengejar nasabah. Pasar yang membutuhkan solusi akan secara alami menemukan dan mempercayai Anda sebagai pemegang otoritas informasi."

Ketika Anda konsisten membagikan konten yang membedah bagaimana inflasi medis di Indonesia melonjak rata-rata 10-14% per tahun dan bagaimana strategi mengatasinya, audiens yang sedang mencemaskan biaya kesehatan keluarga akan mengidentifikasi diri mereka dengan masalah tersebut. Di titik inilah Anda membuka ruang diskusi tanpa paksaan.

Memanfaatkan Inbound Funnel Ekosistem Digital AgentPRU.com

Salah satu kelemahan terbesar agen asuransi konvensional adalah ketiadaan sistem penyaringan prospek (*lead qualification*). Akibatnya, mereka menghabiskan energi untuk mendekati orang-orang yang sebenarnya belum membutuhkan produk atau tidak memiliki kapasitas finansial yang memadai. Ekosistem kantor agensi mandiri AgentPRU.com memecahkan kebuntuan ini melalui infrastruktur digital yang modern.

1. Halaman Pendaratan (Landing Page) Personal yang Terintegrasi

Setiap mitra konsultan AgentPRU dibekali halaman web personal profesional yang berfungsi sebagai kantor virtual 24 jam. Halaman ini memuat kalkulator interaktif seperti Financial Needs Analysis (FNA) Calculator, kalkulator uang pertanggungan jiwa ideal, dan estimasi biaya pendidikan anak di masa depan. Ketika calon nasabah menghitung kebutuhan proteksi mereka secara mandiri, sistem secara otomatis menangkap data minat (*opt-in leads*) yang valid dan siap ditindaklanjuti.

2. Customer Relationship Management (CRM) dan Nurturing Otomatis

Alih-alih langsung mengirimkan pesan penawaran di WhatsApp, sistem CRM AgentPRU memungkinkan pengiriman buletin berkala yang dipersonalisasi. Calon nasabah menerima wawasan finansial mingguan yang relevan dengan tahapan hidup mereka—apakah mereka baru menikah, baru memiliki anak pertama, atau sedang mempersiapkan masa pensiun. Pendekatan ini menjaga kontak hangat tanpa menimbulkan kesan mendesak atau memaksa.

Teknik Discovery Questions: Menggali Kebutuhan Lewat Empati dan Mendengarkan Aktif

Ketika calon nasabah telah merespons konten Anda atau mengajukan pertanyaan awal, tahap krusial berikutnya adalah sesi percakapan eksplorasi (*discovery conversation*). Agen pemula sering kali terjebak dalam perangkap *feature dumping*—langsung memaparkan manfaat kartu rumah sakit, limit miliaran rupiah, dan rider tambahan secara tergesa-gesa. Konsultan profesional melakukan hal yang sebaliknya: mereka bertanya dan mendengarkan dengan penuh empati.

Gunakan teknik pertanyaan terbuka (*open-ended questions*) yang berfokus pada prioritas hidup dan kekhawatiran terbesar calon nasabah:

  • "Berdasarkan rencana keuangan keluarga Bapak/Ibu saat ini, apa prioritas finansial nomor satu yang ingin dipastikan tidak boleh terganggu dalam 5 hingga 10 tahun ke depan?"
  • "Jika terjadi kondisi darurat kesehatan berat yang memerlukan biaya ratusan juta di luar cakupan kantor, instrumen apa yang saat ini disiapkan keluarga untuk menanggungnya?"
  • "Bagaimana Bapak/Ibu membayangkan kelangsungan pendidikan putra-putri tercinta jika suatu saat sang pencari nafkah utama harus berpulang lebih cepat dari rencana Tuhan?"

Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini bukan bertujuan memanipulasi rasa takut, melainkan mengajak calon nasabah menyadari secara mandiri celah risiko (*risk gap*) dalam portofolio keuangan mereka. Ketika kebutuhan tersebut dirumuskan sendiri oleh nasabah, rekomendasi produk polis yang Anda hadirkan kemudian akan dipandang sebagai solusi penyelamat, bukan beban pengeluaran baru.

Etika Perlindungan Data Pribadi: Kepatuhan UU No. 27/2022 dan Regulasi OJK

Dalam menjalankan prospekting digital, seorang agen asuransi profesional wajib mematuhi koridor hukum positif Indonesia. Pelanggaran terhadap privasi data calon nasabah tidak hanya merusak reputasi pribadi, tetapi juga dapat berujung pada sanksi pidana dan pencabutan lisensi resmi.

1. Kepatuhan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27/2022)

Berdasarkan UU PDP, data riwayat kesehatan, nomor kontak pribadi, alamat rumah, serta informasi keuangan individu dikategorikan sebagai Data Pribadi Spesifik dan Umum yang dilindungi ketat. Agen dilarang keras melakukan hal-hal berikut:

  1. Membeli atau memanfaatkan basis data nomor telepon/email hasil *scraping* ilegal tanpa izin (*consent*) eksplisit dari pemilik data.
  2. Menyebarkan atau mendiskusikan riwayat klaim medis nasabah lain di media sosial tanpa persetujuan tertulis (*written consent*), meskipun nama nasabah disamarkan jika informasi tersebut masih dapat diidentifikasi.
  3. Memindahkan atau membagikan basis data calon nasabah ke pihak ketiga tanpa dasar hukum pemrosesan data yang sah.

2. Kepatuhan POJK No. 69/POJK.05/2016 tentang Keagenan

Pasal 27 dan pasal-pasal terkait dalam POJK No. 69/POJK.05/2016 secara tegas mengatur tata cara penawaran produk asuransi. Agen wajib memperkenalkan identitas diri secara jelas, menyebutkan nama perusahaan asuransi yang diwakilinya, menjelaskan tujuan komunikasi di awal percakapan, serta segera menghentikan penawaran apabila calon nasabah secara tegas menyatakan tidak bersedia dihubungi kembali.

Tabel Komparasi: Pola Pikir Outbound Agresif vs Inbound Social Selling Profesional

Berikut adalah perbandingan mendalam antara pola pendekatan agen konvensional yang sering menimbulkan resistensi nasabah dibandingkan dengan metodologi modern konsultan digital AgentPRU:

Geser tabel ke samping ←→
Parameter Pendekatan Pola Outbound Konvensional (Bikin Risih) Inbound Social Selling AgentPRU (Profesional)
Titik Kontak Awal Spam pesan singkat (WA/DM), menelepon acak tanpa izin, atau basa-basi palsu kepada teman lama. Konten edukasi bernilai tinggi di LinkedIn/Instagram dan penarikan prospek via kalkulator finansial digital.
Fokus Percakapan Menonjolkan fitur produk, brosur premi, promo diskon, dan desakan untuk segera tanda tangan SPPA. Mendengarkan tujuan hidup nasabah, melakukan *Financial Checkup*, dan memetakan profil risiko keluarga.
Taktik Psikologis *Fearmongering* (menakut-nakuti kematian/penyakit), manipulasi emosi, dan desakan batas waktu palsu. Empati, edukasi rasional berbasis data inflasi medis, serta penyerahan hak keputusan penuh pada nasabah.
Perlakuan Terhadap Data Membeli database liar, tidak menghormati penolakan, terus menerus menghubungi audiens yang menolak. Kepatuhan penuh pada UU PDP No. 27/2022, izin eksplisit (*opt-in*), dan sistem CRM terenkripsi aman.
Tingkat Retensi & Persistensi Rasio persistensi rendah (<70%), risiko polis *lapse* tinggi karena nasabah membeli karena merasa terpaksa. Rasio persistensi tahun ke-13 tinggi (>90%), loyalitas nasabah kuat, dan aliran referensi sukarela melimpah.

Etika Komunikasi Digital: Membangun Percakapan Tanpa Tekanan

Ketika Anda berinteraksi dengan calon nasabah di WhatsApp atau pesan langsung (*Direct Message*), etika komunikasi digital menjadi penentu kenyamanan mereka. Terapkan prinsip-prinsip komunikasi elegan berikut:

  1. Meminta Izin Waktu: Selalu awali pesan dengan menanyakan kesediaan calon nasabah: "Selamat pagi Bapak/Ibu, apakah saat ini waktu yang nyaman bagi Bapak/Ibu untuk berdiskusi singkat mengenai resume perencanaan proteksi yang kemarin sempat ditanyakan?".
  2. Menghormati Sinyal Penolakan: Jika calon nasabah menyatakan belum siap atau belum memiliki anggaran, tanggapi dengan lapang dada: "Sangat kami pahami, Bapak/Ibu. Terima kasih banyak atas keterbukaannya. Izinkan kami tetap berbagi artikel edukasi finansial di media sosial, dan silakan hubungi kami kapan pun keluarga membutuhkan tinjauan polis kembali.". Respons ini meninggalkan kesan profesional yang mendalam dan membuka peluang transaksi di masa depan.
  3. Hindari Mengirim Pesan Berantai (*Broadcast Spam*): Mengirimkan gambar brosur promo massal setiap pagi tanpa konteks adalah cara tercepat untuk membuat nomor kontak Anda diblokir oleh calon nasabah. Personalisasikan setiap interaksi.

Edukasi Faktual Berbasis Regulasi: Daya Tarik Konten Perencanaan Waris Bebas Pajak

Salah satu pilar materi edukasi digital yang terbukti paling efektif menarik perhatian kalangan profesional dan pemilik bisnis (*High Net-Worth Individuals*) tanpa kesan menjual produk adalah pembahasan aspek hukum dan perpajakan warisan. Agen profesional di AgentPRU selalu mengedukasi audiens mengenai kepastian hukum Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Pasal 4 Ayat (3) Huruf e, yang menegaskan secara eksplisit bahwa seluruh pembayaran klaim santunan asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, dan dwiguna yang diterima pemegang polis maupun ahli waris BUKAN MERUPAKAN OBJEK PAJAK PENGHASILAN.

Koreksi faktual ini sangat krusial karena banyak masyarakat awam dan bahkan sebagian agen sering keliru mengutip Huruf d (yang sebenarnya mengatur tentang hibah dan warisan fisik umum yang memiliki syarat administrasi perpajakan tertentu). Dengan mengupas UU PPh Pasal 4 Ayat (3) Huruf e secara lugas di media sosial, Anda memposisikan diri sebagai konsultan yang menguasai regulasi keuangan negara, sehingga calon nasabah mapan akan dengan sukarela menghubungi Anda untuk berkonsultasi mengenai perlindungan aset kekayaan keluarga mereka.

Kesimpulan: Masa Depan Keagenan Berada di Tangan Agen yang Bernilai

Prospekting di era digital bukan lagi soal seberapa banyak orang yang bisa Anda hubungi dalam sehari, melainkan seberapa dalam nilai dan kepercayaan yang bisa Anda ciptakan bagi audiens Anda. Dengan mengintegrasikan personal branding yang kredibel di media sosial, memanfaatkan corong digital mutakhir di AgentPRU.com, menerapkan teknik wawancara empati, serta menjunjung tinggi kode etik AAJI dan regulasi perlindungan data pribadi, Anda tidak hanya membebaskan diri dari citra "agen asuransi yang bikin risih", tetapi juga membangun reputasi sebagai konsultan finansial terhormat yang dicari oleh para nasabah terbaik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Bagaimana cara memulai prospekting digital jika saya belum memiliki banyak pengikut di media sosial?

Kunci awal prospekting digital bukanlah kuantitas pengikut (*followers*), melainkan relevansi dan kualitas audiens. Mulailah dengan mengoptimalkan profil LinkedIn Anda dan menjalin koneksi dengan 5 hingga 10 profesional di lingkaran target Anda setiap hari. Unggah konten edukatif yang menyasar masalah nyata satu segmen audiens tertentu, misalnya tantangan generasi roti lapis (*sandwich generation*) atau perlindungan aset dokter spesialis. Kualitas konten yang mendalam dan konsistensi interaksi jauh lebih bernilai dalam menghasilkan prospek berkualitas daripada sekadar viralitas media sosial.

2. Apakah membagikan studi kasus klaim nasabah melanggar UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)?

Membagikan studi kasus klaim sangat diperbolehkan dan efektif untuk edukasi publik, asalkan mematuhi dua syarat mutlak: pertama, Anda telah mengaburkan (*anonymize*) seluruh identitas nasabah, seperti nama lengkap, nomor polis, tanggal lahir, nama instansi tempat bekerja, serta nama fasilitas kesehatan tertentu; kedua, Anda memiliki persetujuan tertulis (*written consent*) dari pemegang polis yang bersangkutan untuk menggunakan kisah tersebut sebagai materi literasi publik.

3. Apa yang harus dilakukan jika calon nasabah membaca pesan (centang biru di WhatsApp) tetapi tidak membalas?

Jangan langsung mengirimkan pesan bertubi-tubi yang bernada menuntut jawaban. Berikan jeda waktu 3 hingga 5 hari kerja. Setelah itu, lakukan *follow-up* dengan membagikan materi bernilai tambah yang relevan dengan diskusi sebelumnya, bukan menanyakan "bagaimana kelanjutannya". Contohnya: "Selamat siang Pak Hendra, kemarin sempat ada pembaruan panduan koordinasi manfaat asuransi dengan BPJS yang sangat relevan dengan topik diskusi kita minggu lalu. Berikut ringkasan singkatnya, semoga bermanfaat untuk pertimbangan keluarga." Pendekatan ini menunjukkan kepedulian tanpa kesan mendesak.

4. Mengapa sistem inbound funnel AgentPRU lebih unggul dibanding canvassing manual?

Sistem inbound funnel di AgentPRU menyaring audiens melalui proses literasi mandiri dan kalkulator finansial digital. Artinya, prospek yang masuk ke dalam sistem CRM Anda adalah orang-orang yang telah memiliki kesadaran akan risiko finansial keluarga (*warm to hot leads*), bukan audiens dingin yang sama sekali belum siap bicara tentang asuransi. Hal ini meningkatkan rasio konversi penjualan hingga 3-4 kali lipat, menghemat waktu agen, dan mencegah gesekan emosional akibat penolakan berulang.

5. Apakah seorang agen asuransi boleh menghubungi calon nasabah melalui panggilan telepon langsung di era sekarang?

Berdasarkan POJK No. 69/POJK.05/2016 dan etika pemasaran modern, panggilan telepon langsung (*cold calling*) ke nomor pribadi tanpa persetujuan awal sangat tidak disarankan dan dibatasi ketat oleh regulasi perlindungan konsumen OJK. Panggilan telepon sebaiknya hanya dilakukan setelah calon nasabah memberikan persetujuan eksplisit melalui formulir kontak di landing page, membalas pesan pendahuluan di WhatsApp/LinkedIn, atau membuat janji temu telekonferensi secara terjadwal.

Pertanyaan Kritis Terkait

Jenjang kemitraan transparan dan meritokratis: mulai dari Financial Consultant (FC), Associate Agency Director (AAD), hingga Agency Director (AD) dengan sistem royalti bisnis yang dapat diwariskan serta potensi penghasilan tanpa batas.
Ya, seluruh agen asuransi berlisensi wajib lulus ujian profesi resmi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk produk konvensional atau Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) untuk produk syariah sesuai ketetapan OJK.

Istilah Polis Terkait

PRUForce (Aplikasi Produktivitas & Manajemen Portofolio Agen Digital)

PRUForce adalah aplikasi super (*super app*) terintegrasi berbasis iOS dan Android yang didesain secara khusus untuk seluruh konsultan finansial dan leader keagenan Prudential Indonesia serta Prudential Syariah. Aplikasi ini mendigitalkan seluruh siklus kerja keagenan, mulai dari pemantauan prospek calon nasabah (PRULeads), personal branding (PRUFliks), pelacakan target KPI produksi (API/NBP), administrasi registrasi ujian lisensi AAJI/AASI, hingga pemantauan status polis dan klaim nasabah secara real-time. Dengan arsitektur keamanan korporasi dan sinkronisasi komputasi awan terenkripsi, PRUForce meningkatkan mobilitas, akuntabilitas tata kelola keagenan, dan efisiensi waktu operasional agensi.

PRUFast (Platform Penjualan & Pengajuan Polis Paperless Digital)

PRUFast adalah platform *Point-of-Sale* (POS) digital nirkertas milik Prudential yang memfasilitasi pembuatan ilustrasi manfaat asuransi, pengisian Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ/SPPAJ), verifikasi identitas e-KYC biometrik, hingga tanda tangan digital dalam satu alur kerja terpadu. Sistem ini terintegrasi langsung dengan mesin *automated underwriting* kantor pusat, memungkinkan pemrosesan polis lurus tanpa hambatan (*Straight-Through Processing* / STP) dalam hitungan menit untuk calon nasabah berisiko standar. PRUFast mengeliminasi risiko cacat formulir fisik, meniadakan penggunaan kertas dokumen, dan memastikan kepatuhan atas transparansi pemasaran OJK.

Sumber Rujukan & Regulasi

Materi disusun berdasarkan rujukan dokumen publik dan literatur regulasi berikut untuk tujuan edukasi umum:

  1. 1
    Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Rujukan Aktif

    AAJI, Pedoman Kode Etik Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa dan Standar Pelayanan Nasabah, 2025.

    Asosiasi resmi industri asuransi jiwa di Indonesia pengawas kompetensi agen berlisensi dan pelaporan kinerja industri nasional.

Tag Terkait: #Prospekting Digital #Tips Penjualan #Personal Branding #Marketing
Solusi & Perlindungan Terkait

Solusi Perlindungan & Produk Asuransi Pilihan

Pelajari struktur manfaat, ketentuan underwriting, dan transparansi perlindungan dari ragam program proteksi pilihan.

Lihat Semua Program →
Asuransi Kesehatan Produk Asuransi Dasar
PRU-WELL-MED

PRUWell Medical

Asuransi kesehatan murni komprehensif dengan sistem penggantian sesuai tagihan (as-charged) dan reward diskon premi hingga 20% bagi nasabah sehat.

Premi Mulai
Rp 450.000
Detail Program →
Penyakit Kritis Produk Asuransi Dasar
PRU-PCB88

PRUCritical Benefit 88

Asuransi penyakit kritis tradisional dengan perlindungan 60 kondisi kritis dan jaminan uang premi kembali 100% jika sehat hingga usia 88 tahun.

Premi Mulai
Rp 600.000
Detail Program →
Asuransi Jiwa Produk Asuransi Dasar
PRU-WARIS

PRUWarisan

Asuransi jiwa tradisional whole life dengan kepastian Uang Pertanggungan warisan utuh hingga usia 99 tahun dan masa bayar pasti.

Premi Mulai
Rp 500.000
Detail Program →
Asuransi Syariah Produk Asuransi Dasar
PRU-CINTA-SYR

PRUCinta Syariah

Asuransi jiwa syariah tradisional dengan masa perlindungan 20 tahun, bayar kontribusi 10 tahun, dan jaminan 100% pengembalian kontribusi jika sehat.

Premi Mulai
Rp 400.000
Detail Program →
Investasi & PAYDI Produk Asuransi Dasar
PRU-NEXTGEN

PRULink NextGen

Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) generasi baru yang sepenuhnya mematuhi Surat Edaran OJK No. 5/SEOJK.05/2022.

Premi Mulai
Rp 750.000
Detail Program →
Asuransi Kesehatan Produk Asuransi Dasar
PRU-WORKS-GRP

PRUWorks

Solusi asuransi kesehatan dan jiwa kumpulan komprehensif bagi perusahaan berskala UKM hingga korporasi dengan fleksibilitas pilihan paket.

Premi Mulai
Rp 3.000.000
Detail Program →

Panduan Terkait di Kategori Ini